Minggu, 05 Mei 2013

Pulau Paskah

(bahasa Polinesia: Rapa Nui, bahasa Spanyol: Isla de Pascua) adalah sebuah pulau milik Chili yang terletak di selatan Samudra Pasifik. Walaupun jaraknya 3.515 km sebelah barat Chili Daratan, secara administratif ia termasuk dalam Provinsi Valparaiso. Pulau Paskah berbentuk seperti segitiga. Daratan terdekat yang berpenghuni ialah Pulau Pitcairn yang jaraknya 2.075 km sebelah barat. Luas Pulau Paskah sebesar 163,6 km². Menurut sensus 2002, populasinya berjumlah 3.791 jiwa yang mayoritasnya menetap di ibukota Hanga Roa. Pulau ini terkenal dengan banyaknya patung-patung (moai), patung berusia 400 tahun yang dipahat dari batu yang kini terletak di sepanjang garis pantai.

Ahli navigasi asal Belanda Jakob Roggeveen menemukan Pulau Paskah pada Hari Paskah tahun 1722. Perlu diketahui bahwa nama "Rapa Nui" bukan nama asli Pulau Paskah yang diberikan oleh suku Rapanui. Nama itu diciptakan oleh para imigran pekerja dari suku asli Rapa di Kepulauan Bass yang menyamakannya dengan kampung halamannya. Nama yang diberikan suku Rapanui bagi pulau ini adalah Te pito o te henua ("Puser Dunia") karena keterpencilannya, namun sebutan ini juga diambil dari lokasi lain, mungkin dari sebuah bangunan di Marquesas.

Patung-patung besar dari batu, atau moai, yang menjadi simbol Pulau Paskah dipahat pada masa yang lebih dahulu dari yang diperkirakan. Arkeologis kini memperkirakan pemahatan tersebut berlangsung antara 1600 dan 1730, patung yang terakhir dipahat ketika Jakob Roggeveen menemukan pulau ini. Terdapat lebih dari 600 patung batu monolitis besar (moai). Walaupun bagian yang sering terlihat hanyalah "kepala", moai sebenarnya mempunyai batang tubuh yang lengkap; namun banyak moai yang telah tertimbun hingga lehernya. Kebanyakan dipahat dari batu di Rano Raraku. Tambang di sana sepertinya telah ditinggalkan dengan tiba-tiba, dengan patung-patung setengah jadi yang ditinggalkan di batu. Teori populer menyatakan bahwa moai tersebut dipahat oleh penduduk Polinesia (Rapanui) pada saat pulau ini kebanyakan berupa pepohonan dan sumber alam masih banyak yang menopang populasi 10.000-15.000 penduduk asli Rapanui. Mayoritas moai masih berdiri tegak ketika Roggeveen datang pada 1722. Kapten James Cook juga melihat banyak moai yang berdiri ketika dia mendarat di pulau pada 1774. Hingga abad ke-19, seluruh patung telah tumbang akibat peperangan internecine.



Kutukan Dari Raja Tutankhamen

Pada tahun 1922, seorang pria Inggris yang kaya bernama Howard Carter menemukan lokasi penguburan dari Raja Tutankhamen di dalam situs makam Lembah Raja-raja. Ada banyak peninggalan berharga berupa emas, barang2, dan bahkan makanan yang dikuburkan di dalam lokasi ini. Karena ini adalah penemuan arkeologis besar, banyak ahli arkeologi lain pergi ke situs makam Lembah Raja-raja. Segera setelah itu berbagai hal misterius mulai terjadi. Banyak dari ahli arkeologi, itu yang pernah memasuki makam jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal. Diberitakan selama era 1920's, lebih dari (sekedar) dua lusinan orang ini meninggal tidak lama sesudah memasuki makam Raja Tutankhamen. Inilah permulaan kutukan dari Raja Tutankhamen.

Di sekitar musim semi th 1923, Lord Carnarvon (donatur dari ekspedisi Howard Carter)digigit oleh nyamuk di pipi ketika bercukur. Hal Itu menyebabkan dia terkena infeksi dan kemudian Lord Carnarvon meninggal, dan pada saat yang bersamaan seluruh lampu2 di dalam kota Cairo secara aneh padam. Pagi itu pada saat Lord Carnarvon meninggal anjing nya mulai menggonggong dan lalu secara tiba2 mati. Kutukan Raja Tutankhamen mulai banyak dipublikasikan oleh media. Pemberitaan yang luar biasa media itu menimbulkan berita2 yang lain bermunculan. Ada satu berita yang menyatakan burung kenari Howard carter mati dipatok ular kobra tepat setelah penemuan pintu makam.

Banyak orang percaya kutukan dari Raja Tut adalah benar, sampai pada 1986 seorang dokter Prancis, Caroline Stenger-Phillip menemukan satu penjelasan untuk kematian-kematian yang misterius tersebut. Dr. Stenger-Phillip menyatakan adanya buah-buahan dan sayur-mayur di dalam makam mungkin menyebabkan timbulnya partikel-partikel debu organik. Partikel-partikel ini mungkin punya mempunyai suatu potensi penyebab alergi. Ia juga mengklaim bahwa para ahli arkeologi mengidap suatu alergi setelah menghirup semua partikel-partikel yang selanjutnya menggiring kepada kematian mereka. Ia tidak percaya bahwa kutukan dari Tut adalah peyebab kematian-kematian yang misterius.

Kutukan dari Raja Tutankhamen masih menjadi suatu misteri. bagi sebagian orang hal itu hanyalah takhyul, tetapi namun masih banyak dari mereka yang sungguh2 percaya pada suatu kutukan. Apakah kutukan sungguh2 ada? Apakah Anda percaya akan "Kutukan dari Raja Tutankhamen ?"


Senin, 31 Desember 2012

TAK SEMULUS PANTAINYA

Awalnya pas kita berada di pulau seribu aman aman aje, keanehan mulai terjadi pas kita udah boat pas banget matahari mulai tenggelam sekitar 50 meteran lagimau nyampe tau tau ada asap tebel gitu (kita kira awan mendung) ternyata pas itu awan deket banget sama kita ternyata itu asep diatas permukaan laut kita sempet ngeri dan berpikiran yang aneh aneh juga tapi kita masih tetep positive thinking (“ya elah paling paling itu cuman awan yang ber evaporasi” kata temen ane) walaupun sempet ditenangkan sama si RE*E namun kita masih rada ngeri pas banget asep itu kita lewatin tiba tiba yang awalnya pemandangan langit yang normal seakan akan berubah kaya di lukisan gitu (sumpah ane sempet kepikiran kalo dunia mau kiamat waktu itu) bener bener pemandangan langit 100% kaya lukisan, ngga beberapa lama kita nyampe juga di tempat berlabuhnya kapal tapi keadaan sepi banget nih gan maghrib pun datang. sesampainya kita disana ada 3 temen ane yang pengen ke toilet 2 cewek dan 1 cowok (mereka nekat nekatan karena udah ngga kuat nahan), dan sisanya (termasuk ane) masih nungguin sambil nelpon jemputan yang ngga dateng dateng karena terjebak macet, keadaan masih mencekam biar agak legaan temen ane memutuskan buat beli ROKOK karena di ujung jalan ada warung kecil jadi ane dan 2 orang temen ane jalan ke warungntu “mbak ada samp**na m**d?” kata temen ane “ngga ada mas” kata itu ibu “oh yaudah saya tanyain lagi ke anak anak dulu dah” kata temen saya itu, lalu kita ngacir lagi buat ngelapor kalo rokok yang direkomendasikan kaga ada “yaudah apa aja jadi dah mulut asem nih” kata si M***O pas kita balik ke warung itu lagi (sumpah gan ane ngga ngibul atau ngadalin agan agan sekalian) ITU WARUNG UDAH KAGA ADA cuman gubuk kecil seharusnya yang ada disana itu warung! keadaan makin miris nih kita yang tadinya masih bisa ngebacot dikit dikit sekarang jadi sunyi senyap ngga ada satu katapun keluar walaupun masih ada 1 orang yang nyoba tenangin keadaan, ngga lama 3 orang yangdari WC ini balik dengan raut wajah yang sama kaya kita (ketakutan) “kenapa lu pada ?” kata si PUL**G (menangis) “gue mau pulang!” teriak si AC*I akhirnya yang cowok ini cerita pas di WC si AC*I minta di tungguin di depan pintu sama si I*L eh tau taunya si I*L ngobrol sama yang cowok ini di depan << terus kenapa si ac*i nangis ? pas si ac*i lagi buang air di dalemdia nyoba menyibukan diri dengan ngajak si i*l ngobrol: ac*i : “i*a tungguin gue ya” ???? : “iya tenang aja” ac*i : “lu masih di depan pintu kan?” ???? : “iya penakut amat sih lu!” akhirnya si ac*i keluar dan langsung nyamper ke i*l dan ec*a “makasi ya” kata si ac*i “makasih apaan?” kata i*l “lu tadi nungguin gue di depan kan?” ac*i said “ngga” kata i*l “terus tadi yang nyahutin gue siapa ? ah jangan bercanda lu!” si ac*i mulai marah,?? <<< cerita temen gue si ec*a yang cowok sendiri kita ber 14 lebih pada diem semua cuman bisa berharap itu jemputan cepet nyampe dan temen gue nga berhenti henti nelpon jemputan tiba tiba bapak bapak dateng dan ngasitau “dek kalo nunggu jemputan disana aja jangan disini, disini bahaya sering ada kejadian aneh” cuman kita masih bersikeras buat nunggu di depan rumah itu hujan deres turun dan parahanya lampu MATI! kita gelap gelapan dah disana. Setelah beberapa lama akhirnya jemputan dateng cuman masih 1 mobil yang satunya masih ketinggalan karena macet, para ladies pun di dahulukan dengan 4orang laki laki disana (termasuk ane) kita udah agak legaan nih langsung naik ke mobil dan tiba tiba lampu hidup dari lampu rumah bahkan lampu di jalan jalan (yang terlihat oleh kita yang berada di dalam mobil) selama perjalanan temen ane yang si ac*i ini diem terus gan ngga ngomong sepatah katapun eh pas di cek sama temen ane yang “punya ilmu” ternyata dia kesurupan pada panik dah tuh tapi akhirnya dia sadar sendiri pas kita mulai meninggalkan daerah ntu. akhirnya kita semua mulai nyampe dirumah semua termasuk mobil kedua cerita..ceritaaa…ceritaa akhirnya ada yang bilang “yah elah lu kan pada cowok ini masa takut lagipula kan pas kita pergi lampu udah pada nyala” “nyala mimpi kali lu, sampe kita di jemput pun lampu kaga ada yang nyala satupun !” kata RE*E….. udah segini aja gan ane merinding gan sumpah nyeritainnya “lillahitaala” dah setelah ditelusurin ternyata beberapa temen ane ada yang mesum disana.

HANTU BERMATA SATU

Sewaktu saya masih kelas 4 SD yaitu pada tahun 2002 silam, sekolah saya diliburkan selama dua minggu karena memasuki bulan Ramadhan. Oleh karena itu, saya berencana untuk menginap di rumah Kakek (dari pihak ayah) yang tempatnya tidak terlalu jauh dari sekolah dan rumah saya, kira-kira 10 menit perjalanan dari sekolah dan 20 menit perjalanan dari rumah dengan jalan kaki. Selama menginap di rumah kakek-lah saya mulai belajar untuk melakukan Shaum Ramadhan yang dimulai pada hari pertama dengan hanya sampai jam 17.00 WIB hingga akhirnya pada hari kedua bisa sampai waktu berbuka, Alhamdulillah. Kakek-ku biasanya membangunkan saya dan keluarganya untuk makan sahur pada saat hari masih malam yaitu sekitar jam 02.00 WIB, setelah itu mereka tidur kembali hingga dikumandangkan Adzan Subuh yang akan dikumandangkan sekitar jam 04.30 WIB (Sungguh ini menyelisihi Sunnah Nabi yang seharusnya makan sahur itu dilakukan ketika mendekati waktu subuh). Pada hari ketujuh, seperti biasa kakek-ku membangunkan saya dan keluarganya untuk makan sahur, kami makan sahur dengan makanan alakadarnya saja, maklum, kami hanyalah keluarga yang sederhana. Setelah itu, kakek, paman, bibi, semuanya masuk kembali kedalam kamar masing-masing untuk tidur lagi sedangkan saya kembali tidur di ruang tamu diatas kursi, hal ini saya lakukan dari hari pertama karena saya lebih senang tidur diatas kursi daripada di kamar. Dalam tidur tersebut, saya bermimpi sesuatu yang aneh (Saya telah lupa seperti apa mimpinya) sehingga karena mimpi inilah saya tersadar, akan tetapi saat itu saya tidak bisa menggerakkan seluruh badan saya, jangankan untuk menggerakkan badan untuk membuka kelopak mata dan untuk berbicara pun saya tidak mampu. “Apa yang terjadi? Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak dan mataku tidak bisa terbuka? Kenapa bibirku tidak bisa terbuka?”, gumamku dalam hati. Seolah-olah kaki, tangan, leher, dan tubuhku terbelenggu oleh rantai atau sesuatu yang sangat berat. Saya berusaha sekuat tenaga untuk menggerakkan tubuh, membuka mata, dan berbicara, akan tetapi sesuatu itu sungguh sangat kuat dan sangat berat sekali. Mulailah sekujur tubuhku terasa panas dan berkeringat sebagai pertanda tubuh kecil ini mulai lelah. Saat itu,saya berusaha untuk berdoa dan berpasrah diri kepada Yang Maha Kuasa atas yang telah menimpaku, saya berusaha untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an yang saya hafal diluar kepala, yang sering saya baca dalam Shalat,,,,ya,,,ayat itu adalah QS. Al-Fatihah. Saya lantunkan Surat tersebut didalam hati dengan harapan mudah-mudahan Alloh menolongku agar bisa membuka mata ini dan mengerakkan tubuh ini. Tidak berselang lama setelah saya selesai membaca Surat tersebut, mulai terasa seolah-olah rantai atau sesuatu yang berat tersebut mulai berkurang dan akhirnya hilang, betapa senangnya hati ini pada waktu ketika tangan, kaki, dan seluruh tubuh ini bisa digerakkan kembali. Akan tetapi, ketika saya membuka mata…tampaklah sesosok makhluk berada didepanku dengan wajah menghadap kepadaku, jaraknya denganku hanya sekitar satu meter. Ya…sesosok makhluk yang berukuran kecil, tingginya sekitar satu meter, ditutupi oleh kain berwarna putih seperti jenazah, dan ia tidak memiliki anggota wajah yang lengkap, ia hanya memiliki satu mata yang sangat besar dibagian wajahnya, matanya sangat besar seukuran kepala manusia serta makhluk tersebut melayang sekitar satu meter diatas lantai. Melihat hal itu,yang teringat dibenak dan terucap olehku hanyalah teriakan,“Aaakiiiiiiiiiii………………!!!”. setelah itu, makhluk tersebut merendah dan kemudian masuk kedalam lantai,,,ya,,,kedalam lantai, saya melihatnya sendiri. “Apa yang terjadi? Ada apa? kenapa kamu teriak?”, tanya Kakek, Paman, dan Bibi yang langsung keluar kamar dan menuju ke ruang tamu ketika mendengar teriakanku. “Ada setan….! ia masuk ke lantai…!”, kataku sambil ketakutan. “Itu mungkin hanya bayangan saja!!!”, kata kakek-ku yang berusaha menenangkan. “Bayangan apa, Ki? Memangnya ada bayangan yang berwarna putih?”, kataku. “Ya, sudah! Kamu tidurnya dengan kakek dikamar ya?”, ajak kakek-ku. Akhirnya saya pun ikut ke kamar kakek dan berusaha tidur disana. Akan tetapi, mata ini terus saja terbuka sampai pagi tiba…keesokan harinya, saya pun pulang ke rumah tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada kakek-ku, maklum, masih Shock dengan kejadian semalam… Itulah sedikit pengalamanku bertemu dengan makhluk halus. Mudah-mudahan bisa menghibur…^_^